Laman

08 Februari 2012

Perkembangan Kognitif Bayi

PERKEMBANGAN KOGNITIF PADA MASA BAYI
Disarikan oleh: Sri Hendrawati

Perkembangan Kognitif Bayi Menurut Piaget
a.      
           Skema Proses Kognitif
Istilah skema mengacu kepada unit (atau unit-unit) dasar atas suatu pola pemfungsian sensoris-motorik yang terorganisasi.Piaget meyakini bahwa perkembangan seorang anak melalui serangkaian tahap pemikiran dari masa bayi hingga dewasa. Kemampuan bayi berasal dari tekanan biologis untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan (melalui asimilasi dan akomodasi) dan adanya pengorganisasian struktur politik.

b.      Perpaduan dan Bantuan
Bantuan di artikan sebagai tenaga pengasuh dalam tempat penitipan anak atau tenaga pengasuh yang ada di rumah bersama anak. Penting sekali untuk para pengasuh mempelajari kurikulum dan tahapan dalam mengembangkan perkembangan kognitif anak. Kurikulum ini di lakukan dalam 6 tahap, yaitu reflesks sederhana (lahir-1bulan), kebiasaan pertama dan reaksi sirkuler primer (1-4 bulan), reaksi sirkuler sekunder (4-8 bulan), koordinasi reaksi sirkuler sekunder (8-12 bulan), reaksi sirkuler tersier (kesenangan akan sesuatu yang baru dan keingintahuan, usia 12-18 bulan), dan internalisasi skema (18 – 24 bulan).

Tahap Perkembangan Sensorimotor
a.      Sub Tahap:

1.      REFLEKS SEDERHANA
Ialah tahap sensoris-motorik pertama Piaget, yang terjadi pada bulan setelah kelahiran. pada tahap ini alat dasar koordinasi sensasi dan aksi ialah melalui prilaku refleksif, seperti mencari dan menghisap yang di miliki bayi sejak kelahiran.

2.      KEBIASAAN-KEBIASAAN PERTAMA DAN REAKSI SIRKULER PRIMER
Ialah subtahap sensoris-motorik kedua Piaget, yang berkembangan antara usia 1 dan 4 bulan. Pada subtahap ini, bayi belajar mengkoordinasikan sensasi dan tipe skema atau struktur-yaitu, kebiasaan-kebiasaan reaksi sirkuler primer. 

3.      REAKSI SIRKULER SEKUNDER
Ialah subtahap sensoris-motorik ketiga Piaget yang berkembangan antara 4 dan 8 bulan. Pada subtahap ini bayi semakin berorientasi atau berfokus pada benda di dunia, yang bergerak di dalam keasyikan dengan diri sendiri dalam interaksi sosiomotorik. 

4.      KORDINASI REAKSI SIRKULER SEKUNDER
Ialah sub tahap motorik yang berkembang antara usia 8 dan 12 bulan. Pada subtahap ini beberapa perubahan yang signifikan berlangsung yang meliputi koordinasi dan kesengajaan. 

5.      REAKSI SIRKULER TERSIER
Ialah subtahap sensoris-motorik kelima Piaget, yang berkembang antara usia 12 dan 18 bulan. Pada subtahap ini, bayi semakin tergugah minatnya oleh berbagai hal yang ada pada benda-benda itu dan oleh banyaknya hal yang dapat mereka lakukan pada benda-benda itu.s

6.      INTERNALISASI SKEMA
Ialah subtahap sensoris-motorik keenam dan terakhir Piaget, yang berkembang antara usia 18 dan 24 bulan. Pada subtahap ini, fungsi menyal bayi berubah dari suatu taraf sensoris-motorik murni menjadi suatu taraf simbolis, dan bayi mulai mengembangkan kemampuan untuk menggunakan simbol-simbol primitif. 

      Ketetapan Benda
Adalah suatu pemahaman bahwa objek-objek akan tetap eksis bahkan ketika objek tersebut tidak dapat lagi dilihat, didengar, atau disentuh. Perolehan permanensi obyek merupakan salah satu pencapaian terpenting bagi bayi.
c   
      Evaluasi Tahap Sensorimotor Piaget

1.      Ab Error
Adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan bayi yang melakukan kesalahan memilih tempat persembunyian yang familier(A) ketimbang tempat persembunyian baru (B) saat mereka menuju perkembangan subtahapan 4.
2.      Persepsi dan Dugaan Perkembangan
Piaget meyakini bahwa kemampuan bayi membangun skema sensoris-motorik membangun dunia benda yang koheren dan peristiwa yang cocok untuk membangun isi gagasan, meniru, dan membentuk gambaran atas benda yang ia lihat di capai pada pertengahan tahun kedua. Pemrosesan informasi oleh bayi mengalami kemajuan, dengan adanya kemampuan dalam memberi perhatian, menciptakan, simbolisasi, meniru, dan kemampuan konseptual.
d      
                BELAJAR, MENGINGAT DAN MENGKONSEP

1.      Perhatian
Habituation dapat digambarkan sebagai hilangnya perhatian, sedangkan dishabituation dapat digambarkan sebagai hilangnya perhatian. Pentingnya asek-aspek perhatian pada bayi selama bertahun-tahun prasekolah ditegaskan oleh penelitian yang menunjukkan bahwa hilangnya dan pulihnya perhatian, bila diukur pada enam bulan pertama masa bayi, berkaitan dengan tingginya kecerdasan pada tahun-tahun prasekolah. Salah satu kekurangan dalam perhatian selama tahun-tahun prasekolah menyangkut dimensi-dimensi tersebut yang menonjol dibandingkan dengan dimensi yang relevan untuk memecahkan masalah atau mengerjakan tugas dengan baik.
2.      Meniru
Kemampuan imitasi bayi secara biologis telah muncul sjak lahir, karena bayi ternyata dapat meniru ekspresi wajah dalam beberapa hari pertama setelah kelahiran, sebelum mereka memiliki kesempatan untuk mengamati orang-orang dilingkungan mereka untuk menarik perhatian bayi. Ini merupakan peristiwa yang melibatkan fleksibilitas, adaptabilitas, dan persepsi menyeluruh.
3.      Memori
Unsur pusat perkembangan kognitif yang memuat seluruh situasi yang didalamnya individu menyimpan informasi yang ia terima sepanjang waktu. Ingatan ialah suatu proses sentral dalam prkembangan kognitif anak; ingatan meliputi penyimpanan informasi terus-menerus. Ingatan sadar muncul pada usia tujuh bulan, walaupun anak-anak dan orang dewasa memiliki sedikit atau tidak ingat lagi akan peristiwa-peristiwa yang dialami sebelum usia tiga tahun.
Dalam ingatan jangka pendek individu menyimpan informasi selama 15 atau 30 detik dengan asumsi tidak ada latihan atau pengulangan.
4.      Pembentukan Konsep dan Pengkonsepan
Untuk dapat mengetahui apa yang di pikirkan oleh seorang bayi maka di gunakan kegiatan simbolis, seperti menggunakan strategi untuk memperlihatkan kesadaran motorik bayi (motor recognition). Pada usia 6 hingga 7 bulan bayi menggunakan tanda-tanda konvensional.
5.      Perbedaan Individu dan Penilaian
1.      PREDIKSI INTELEGENSI
Untuk memprediksi intelegensi bayi maka dapat digunakan dua skala, yaitu :
§     Developmental quotient, DQ, ialah skor perkembangan keseluruhan yang meliputi subskor pada bidang motorik, bahasa, daya adaptif, dan interaksi personal sosial dalam pengukuran bayi Gessel.
§     Skala perkembangan bayi Bayley, di kembangkan oleh Nancy Bayley (1969), di gunakan secara luas dalam pengukuran perkembangan bayi. Versi terbaru memiliki tiga komponen : skala mental, skala motorik, dan profil perilaku bayi.

 Perkembangan Bahasa Bayi

1.      PENGERTIAN BAHASA DAN PENGATURANNYA.
Bahasa adalah suatu sistem simbol yang digunakan untuk berkomunikasi dengan orang lain. Pada manusia ditandai oleh daya cipta yang tidak pernah habis dan adanya sebuah system aturan.
Phonologi ialah studi tentang sistem bunyi-bunyian bahasa.
Morfologi mengacu pada pengkombinasian morfem, morfem ialah rangkaian bunyi-bunyian terkecil yang memberi makna kepada apa yang kita ucapkan dan dengar.
Sintaksis melibatkan bahasa bagaimana kata-kata dikombinasikan untuk membentuk ungkapan dan kalimat yang dapat diterima. Yang berkaitan dengan sintaksis adalah tata bahasa (grammar) yaitu gambaran formal tentang ketentuan sintaksis.
Semantik adalah mengacu pada makna kata dan kalimat.
Pragmatik adalah kemampuan untuk melibatkan diri dalam percakapan yang sesuai dengan maksud dan keinginan.

2.      BAGAIMANA MENGEMBANGKAN BAHASA
Pada usia bayi 3 hingga 6 bulan, bayi mengembangkan kemampuan dalam berbahasa. Bayi membutuhkan pendampingan orang tua dengan adanya kontak mata, suara, dan tindakan-tindakan.Pada usia 6 hingga 9 bulan bayi mulai memahami kata-kata pertama mereka atau yang di sebut perbendaharaan kata yang di terima (receptive vocabulary) yang mengacu pada kata-kata yang di pahami oleh seseorang. Pada usia 9 hingga 12 bulan, bayi mulai memahami pelajaran seperti “daaah” ketika mengucapkan selamat tinggal.Dan pada usia bayi 10 hingga 15 bulan, bayi mulai dapat mengucapkan kata pertamanya dan perkembangan bahasa bayi meningkat pada usia 2 tahun dengan pemahaman mencapai rata-rata 200-275 kata. Pada usia ini anak dapat mengucapkan satu kata, misalnya “mama” atau “papa”. Pada masa ini anak mengembangkan hipotesis holofrase, yaitu suatu konsep bahwa suatu kata tunggal di gunakan untuk mengartikan suatu kalimat sempurna, dan ini merupakan ciri kata pertama seorang anak. Pada usia 18 hingga 24 bulan anak mulai dapat mengucapkan pertanyaan dengan dua kata, misalnya “permen saya”. Anak menyampaikan makna dengan kata, gerak isyarat, tekanan suaram dan konteks yang tepat. Panjang pengucapan rata-rata (mean length of utterance, MLU) yaitu sebuah indeks perkembangan bahasa yang di dasarkan atas jumlah per kalimat yang di hasilkan oleh seorang anak di dalam suatu sampel yang terdiri dari sekitar 50 hingga 100 kalimat, sebagai sebuah indeks kematangan bahasa yang baik. 

3.   PENGARUH BIOLOGIS DAN LINGKUNGAN
Faktor biologis dan lingkungan menjadi faktor yang turut mempengaruhi kemampuan berbahasa anak. Menurut Chomsky bahwa manusia terikat secara biologis untuk mempelajari bahasa dan memiliki suatu alat penguasaan bahasa. Sedangkan pada aspek lingkungan, anak di perkenalkan bahasa sejak awal perkembangan mereka. Beberapa cara orang dewasa mengajarkan bahasa kepada bayi ialah
·         Motherese adalah cara ibu dan orang dewasa sering berbicara kepada bayi dengan frekuensi dan hubungan yang lebih luas daripada normal, dan dengan kalimat-kalimat yang sederhana.
·         Recasting (menyusun ulang) adalah pengucapan makna suatu kalimat yang sama atau yang mirip dengan cara yang berbeda, barangkali dengan mengucah menjadi satu pertanyaan.
·         Echoing (menggemakan) adalah mengulangi apa yang anak katakana kepada anda, khususnya apabila perkataan itu adalah suatu ungkapan atau kalimat yang tidak sempurna.
·         Expanding (memperluas) adalah menyatakan ulang apa yang anak telah katakan dalam bahasa yang secara linguistik “canggih”
·         Labeling (memberi nama) adalah mengidentifikasi nama-nama benda.

Orang tua sebaiknya berbicara kepada anak secara ekstensif, khususnya tentang apa yang di pelajari oleh bayi pada saat itu. Pembicaraan sebaiknya mengutamakan pembicaraan langsung bukan pembicaraan mekanis
 
 
Anak mengalami perkembangan yang pesat pada masa bayi, perkembangan dalam bahasa dan kognitif juga mengalami perkembangan. Anak mengalami beberapa fase untuk mencapai keberhasilan dalam berbahasa, penggunaan bahasa yang baik oleh anak di tentukan juga oleh faktor lingkungan selain dari faktor biologis.
Pengasuhan orang tua dalam membimbing dan mendampingi anak menjadi faktor utama yang menentukan perkembangan anak. Dan sebagai tenaga pendidik sebaiknya masing-masing kita terlebih dahulu membentuk dan mengupayakan bagaimana anak dapat mengembangkan kemampuannya sejak anak itu di lahirkan. Dalam keluarga peran ayah dan ibu sebagai pasangan yang saling membutuhkan dan melengkapi.
Melalui alat-alat permainan yang di berikan oleh orang tua anak mengembangkan kemampuannya dalam menyerap informasi, orang tua seharusnya memahami betul apa yang di butuhkan anak buka memaksakan apa yang di anggap baik oleh orang tua itu sendiri. pendidikan kognitif dan berbahasa yang baik bukan hanya tanggung jawab guru di sekolah tetapi pendidikan kognitif dan kemampuan dalam berbahasa adalah tanggung jawab bersama guru, orang tua dan lingkungan tempat anak hidup.
Sebagai seorang pendidik ada baiknya ketika seorang guru pun menekankan pada pendidikan anak pada setiap tahap dengan lebih jeli dan teliti, ketika terjadi permasalahan dengan anak maka guru dapat mengenali berbagai macam karakter anak sehingga ke depannya dapat memperlakukan anak dengan baik dan sesuai dengan kebutuhan anak.






Tidak ada komentar:

Poskan Komentar