Laman

06 Februari 2012

Keberhasilan MBS

Indikator Keberhasilan MBS
By: Sri Hendrawati, M.Pd

Dalam buku Pedoman Implementasi MBS yang diterbitkan Dinas pendidikan Jawa Barat tahun 2001, disebutkan bahwa secara umum Indikator keberhasilan Implementasi MBS adalah sebagai berikut:

a) Efektifitas Proses Pembelajaran
Sekolah yang menerapkan MBS memiliki efektivitas proses pembelajaran yang tinggi. Pembelajaran bukan sekedar transformasi dan mengingat, bukan sekedar penekanan pada penguasaan pengetahuan tentang apa yang diajarkan tetapi lebih menekankan pada internalisasi tentang apa yang diajarkan sehingga tertanam dan berfungsi sebagai muatan nurani dan hayati sertadapat menjadi bekal dalam kehidupan peserta didik.

b) Kepemimpinan Sekolah yang Kuat
Kepala sekolah dalam MBS dipandang sebagai sosok yang mampu mengkoordinasikan, menggerakkan dan menyerasikan seluruh potensi ynag dimiliki sekolah, sehingga dapat mendorong sekolah untuk mewujudkan visi, misi, tujuan dan sasaran sekolahnya melalui program-program yang dilaksanaknnya secara terencana dan bertahap.

c) Pengelolaan Tenaga Kependidikan yang Efektif
Tenaga kependidikan terutama guru merupakan factor yang strategis dari suatu sekolah. Oleh karena itu pengelolaan tenaga kependidikan mulai dari analisis kebutuhan, perencanaan, pengembangan, evaluasi kerja, hubungan kerja, sampai pada imbal jasa, merupakan garapan penting bagi kepala sekolah.

d) Sekolah Memiliki Budaya Mutu
Budaya mutu memiliki elemen-elemen sebagai berikut : (a) informasi kualitas harus digunakan untuk perbaikan, bukan untuk mengadili atau mengontrol orang, (b) kewenangan harus sebatas tanggung jawab, (c) hasil harus diikuti rewards atau punishment,(d) kolaborasi dan sinergi harus merupakan dasar kerjasama, (e) warga sekolah merasa aman terhadap pekerjaannya, (f) atmosfir keadilan (fairness) harus ditanamkan, (g) imbal jasa harus sepadan dengan nilai pekerjaaannya, dan (h) warga sekolah merasa memiliki sekolah.

e) Sekolah memiliki Teamwork yang Kompak, Cerdas dan Dinamis
Kebersamaan (teamwork) merupakan karakteristik yang dituntut oleh MBS, karena output pendidikan merupakan hasil kolektif warga sekolah, bukan hasil individual.

f) Sekolah memiliki kemandirian
Sekolah yang mandiri harus memiliki sumberdaya yang cukup untuk menjalankan tugasnya sehingga meiliki kemampuan dan kesanggupan kerja yang tidak selalu menggantungkan pada atasan.

g) Partisipasi Warga sekolah dan masyarakat
MBS memiliki karakteristik salah satunya adalah partisipasi warga sekolah dan masyarakat yang tinggi. Semakin tinggi partisipasi mereka, maka makin besar rasa tanggungjawab dan rasa memiliki sekolah yang berdampak pada semakin besar pula dedikasi dan kepedulian pada sekolah.

h) Sekolah memiliki transparansi
Transparansi dalam pengelolaan sekolah merupakan karakteristik MBS yang ditunjukkan melalui keterbukaan dalam pengambilan keputusan, penggunaan dana, dsb yang selalu melibatkan pihak-pihak terkait sebagai fungsi control.

i) Sekolah memiliki kemauan untuk berubah (psikologis dan fisik
Perubahan harus merupakan kenikmatan bagi semua warga sekolah. Sebaliknya kondisi statis merupakan musuh sekolah. Perubahan atau inovasi haruslah lebih baik dari kondisi sebelumnya dan hasilnya dapat dirasakan atau dibandingkan dengan kondisi awal terutama dalam peningkatan mutu dan prestasi belajar peserta didik.

j) Sekolah melakukan evaluasi dan perbaikan secara berkelanjutan
Fungsi evaluasi sangat penting dalam rangka meningkatkan mutu peserta didik dan mutu sekolah secara keseluruhan, oleh karena itu proses ini adalah sebuah proses tanpa henti untuk senantiasa melakukan perbaikan dan peningkatan. Sekolah harus memiliki system mutu yang baku sabagai acuan dari perbaikan yang dilakukan. System mutu inimencakup struktur organisasi, tanggung jawab, prosedur, proses dan sumberdaya untuk menerapkan manajemen mutu.

k) Sekolah responsif dan antisipatif terhadap kebutuhan
Sekolah selalu tanggap terhadap bebagai aspirasi yang muncul bagi peningkatan mutu, karena hal tersebut merupakan umpan balik bagi kepentingan peningkatan kinerja.

l) Sekolah memiliki akuntabilitas
Akuntabilitas adalah bentuk pertanggungjawaban yang harus dilakukan sekolah terhadap keberhasilan program yang telah dilaksanakan. Akuntabilitas ini berbentuk laporan prestasi yang dicapai baik kepada pemerintah maupun kepada orangtua peserta didik dan masyarakat.

m) Sekolah memiliki Sustainabilitas
Sekolah yang menerapkan MBS memiliki sustainabilitas yang tinggi. Hal ini dimugkinkan oleh adanya akumulasi peningkatan mutu sumberdaya manusia, diversivikasi sumber dana, pemilikan asset sekolah yang mampu menggerakkan income sendiri, dan dukungan yang tinggi dari masyarakat terhadap eksistensi sekolah.

n) Output adalah prestasi sekolah
Prestasi yang dihasilkan oleh proses pembelajaran dan manajemen di sekolah dapat member makna pada upaya peningkatan prestasi sekolah, baik prestasi akademik maupun prestasi non akademik.

o) Penekanan angka drop out
MBS senantiasa memprioritaskan layanan pendidikan kepada peserta didik , dengan demikian secara signifikan anka drop out dapat diminimalkan.

p) Kepuasan staf
Cirri MBS lainnya adalah memberikan peluang kepada adanya pembagian kewenangan dan tanggung jawab secara kolektif. Hal ini memungkinkan terbinanya kepuasan staf, sesuai dengan tugas dan kewenangannya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar