Laman

14 Desember 2010

TEORI SISTEM (3)

TEORI SISTEM UMUM
By: Sri Hendrawati

Teori sistem merujuk pada serangkaian pernyataan mengenai hubungan diantara variabel dependen dan independen yang diasumsikan berinteraksi satu sama lain. Artinya perubahan dalam satu atau lebih dari satu variabel bersamaan atau disusul dengan perubahan variabel lain atau kombinasi variabel.
Anatol Rapoport menyatakan, “satu kesatuan yang berfungsi sebagai satu kesatuan karena bagian-bagian yang saling bergantung dan sebuah metode yang bertujuan menemukan bagaimana sistem ini menyebabkan sistem yang lebih luas yang disebut sistem teori umum”.

Teori sistem umum terutama menekankan perlunya memeriksa seluruh bagian sistem. Sering sekali seorang analis terlalu memusatkan perhatian hanya pada satu komponen sistem, yang berarti dia telah mengambil tindakan yang mungkin tidak efektif, karena beberapa komponen yang penting diabaikan.

Teori sistem umum dilandasi oleh asumsi bahwa hukum-hukum dan konsep-konsep membentuk pondasi bidang-bidang yang beragam, seperti biologi dan fisiologi dalam ilmu kaealaman, ekonomi dan psikologi dalam ilmu social. Pengenalan dan identifikasi hukum-hukum dan prinsip-prinsip dapat digunakan untuk menyatukan ilmu. Jadi konsep dasarnya adalah hal-hal terjadi berkat multi sebab dan multi akibat/efek.

Berikut ini adalah beberapa dasar bagi teori sistem yang dikemukakan oleh para ahli:


Penemu teori sistem umum (general sistem theory) adalah seorang ahli biologi, Van Bertalanffy, yang mulai menulis tentang general sistem theory sekitar tahun 1920 samapi ia meninggal pada tahun 1972. Van Bertalanffy menyarankan bahwa pemahaman terhadap bagian-bagian tidaklah cukup, artinya penting sekali untuk memahami hubungan antara bagian-bagian tersebut. Baginya, general sistem theory adalah suatu bidang logic mathematical field yang bertugas memformulasikan dan mendapatkan prinsip-prinsip umum yang dapat diterapkan untuk sistem-sistem pada umumnya.
Handerson menyatakan bahwa saling ketergantungan antara variabel-variabel dalam suatu sistem adalah salah satu induksi yang terluas dari pengalaman yang kita miliki, atau yang dapat kita anggap sebagai definisi sistem.

Dengan demikian dapat dirumuskan bahwa suatu sistem adalah a series of interrelated and interdependent parts, such that the interaction or interplay of any of the sub sistems (parts) affects the whole (Bowditch,38).

Bila kita menggunakan pendekatan sistem, interaksi dan interdepedensi antara sub-sub sistem paling tidak sepenting seperti komponen-komponen individual, misalnya sebuah mobil terdiri dari sejumlah sub sistem, yang bila semua subsistemnya bekerja maka mobil tersebut dapat bergerak, tetapi bila salah satu sub sistemnya rusak maka akan mempengaruhi keseluruhan sistem tersebut.

K.Boulding mengungkapkan ada 9 tingkatan sistem mulai dari yang paling sederhana sampai pada tingkat yang paling kompleks (rumit). Tingkat-tingkat itu berbeda satu dengan yang lainnya berdasarkan kerumitan dan keterbukaannya terhadap pengaruh luar untuk berubah.
Adapun tingkat-tingkat sistem tersebut sebagai berikut :

1. Static structure, keteraturan planet dalam solar sistem
2. Simple, dynamic sistem - most machine and most of Newtonian physiscs
3. Cybernetics sistem-mekanisme control, missal thermostat
4. Open sistem-the self-perpetuating structure, missal sebuah set.
5. Genetic –societal sistem-division of labor, yang meliputi sub-sub sistem,
misalnya tanaman.
6. Animal sistem-meliputi kesadaran diri dan mobilitas sebaik seperti sub-sub sistem khusus untuk menerima dan memproses informasi dari dunia luar.
7. Human system- meliputi kapasitas bagi kesadaran diri dan sadar diri dan menggunakan simbolisme untuk mengkomunikasikan ide-ide.
8. Social organization-human sebagai sub sistem dalam organisasi yang lebih luas atau sistem
9. Transcendental sistem-alternatif-alternatif dan sasuatu yang tak dapat diketahui untuk ditemukan.

Tingkatan tersebut membentuk hierarki, dimana tingkat 1 merupakan tingkatan paling sederhana, tingkat 2 lebih kompleks dari tingkat 1, demikian seterusnya sehingga didapatkan bahwa tingkat 9 adalah tingkatan yang paling kompleks,

Sistem merupakan sebuah konsep yang abstrak. Definisi tradisional menyatakan bahwa sistem adalah seperangkat komponen atau unsure-unsur yang saling berinteraksi untuk mencapai tujuan tertentu. Contohnya adalah sebuah sepeda, sepeda adalah suatu sistem yang terdiri dari komponen-komponen seperti roda, pedal, kemudi dan sebagainya. Tetapi dalam arti yang luas, sepeda dsebenarnya adalah suatu sub sistem atau komponen dari sistem transportasi, di samping alat transportasi lainnya seperti mobil, motor, truk , dan sebagainya.

Berdasarkan ilustrasi tersebut berarti bahwa suatu sistem dapat menjadi sebuah subsistem dari suatu sistem yang lebih kompleks. Hal ini mengandung pengertian bahwa adanya suatu sistem itu dipengaruhi oleh pertimbangan kita yang menganggap sesuatu itu merupakan suatu sistem. Kita sendiri yang menentukan batas-batas antara sistem dan komponen-komponen suatu sistem. Dengan kata lain, perpaduan susb-sub sistem ditentukan oleh yang menyatakan bahwa sesuatu itu adalah suatu sistem. Itu sebabnya suatu sistem pada hakekatnya adalah sistem of interest. Berdasarkan rumusan ini dapat dijelaskan hubungan-hubungan pokok antara sistem dan lingkungan , yakni antara input dari lingkungan dengan sistem dan antara output dan sistem dengan lingkungan.
Konsep ini menjadi dasar untuk mengidentifikasi tujuan sistem. Tujuan sistem dapat bersifat alami atau bersifat buatan manuasia. Tujuan yang alami tak mungkin menjadi tujuan-tujuan yang tinggi tingkatannya bahkan mungkin bernilai sangat rendah. Tujuan-tujuan buatan manusia (man made) dapat berubah, karena tujuan-tujuan itu dimaksudkan untuk memenuhi tuntutan lingkungan, sedangkan lingkungan senantiasa berubah, yang disebabkan adanya perubahan lingkungan atau karena tujuan itu bersifat perorangan. Misalnya : timbulnya perubahan sistem ekologi dikarenakan terjadinya polusi. Timbulnya sistem social yang baru adalah sebagai reaksi terhadap perubahan peradaban/kebudayaan. Jelaslah perubahan tujuan sistem adalah sebagai jawaban terhadap perubahan-perubahan dalam lingkungan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar