Laman

02 Februari 2021

Tuntutlah Ilmu Hingga ke Negeri China, sebuah perjalanan mempelajari pendidikan di China selama satu bulan.

 

Pendidikan ala Xuzhou yang

Apik, Antik, Unik, Asyik, dan Menarik

 Oleh :

Sri Hendrawati, M.Pd.

Kepala SDN 166 Ciateul Kota Bandung

 

 


Berbicara mengenai pendidikan di China, tak bisa lepas dari provinsi Jiangsu. Dalam beberapa tahun terakhir ini pendidikan di Jiangsu berada di atas rata-rata provinsi lainnya, baik capaian prestasi sekolah, prestasi guru, siswa dan juga inovasi-inovasi lainnya yang dikembangkan. Lalu apakah yang mendorong Jiangsu hingga memiliki begitu banyak keunggulan di bidang pendidikan? Agaknya tak salah jika penulis menyampaikan bahwa implementasi dan geliat pendidikan di kota Xuzhou adalah salah satu jawabannya dan bahkan mungkin yang utama. Xuzhou adalah kota terbesar di Provinsi Jiangsu bagian barat laut, merupakan sebuah kota yang sangat kaya akan sejarah Dinasty Han. Populasinya padat, tak heran jika Xuzhou memiliki 2.260 sekolah, 1.952 juta siswa yang harus mengikuti wajib belajar, dan 134.000 mahasiswa baik diploma maupun sarjana. Hal ini merupakan  tantangan yang sangat besar bagi Xuzhou dalam mengelola pendidikan, baik layanan, akses maupun pemerataan yang dapat menghasilkan mutu pendidikan yang baik dan mampu bersaing baik di dalam negeri maupun dalam kancah dunia internasional. Dalam satu dekade terakhir ini kota Xuzhou melakukan reformasi besar-besaran untuk dapat mensejajarkan diri dengan kota-kota lainnya di banyak bidang termasuk pendidikan. Dan kini, berdirilah Xuzhou dengan tegak setelah berhasil mengelola pendidikan secara apik, antik, unik, asyik, dan menarik hingga berhasil menyandang gelar sebagai Kota Pendidikan.

 

Apik. Apik bermakna rapi dan teratur. Tata kelola data dan informasi mengenai pendidikan di Xuzhou dan China secara umum bermuara pada satu pintu. Pemerintah memiliki mega data yang di dalamnya mencakup seluruh data yang diperlukan termasuk pendidikan dan industri. Berdasarlan analisis mega data itulah maka pemerintah merumuskan kebijakan-kebijakan mengenai pendidikan di Xuzhou. Berapa anggaran pendidikan yang dibutuhkan dalam satu tahun, kurikulum apa yang harus dikembangkan, mata pelajaran apa yang perlu dibuka berdasarkan kebutuhan industri bahkan mata pelajaran mana yang perlu dihapus karena sudah dianggap tidak relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia global. Berdasarkan data ini pula pemerintah yang tergabung dalam sebuah tim yang terdiri dari bidang pendidikan, perwakilan industri,  perwakilan partai bidang pengembangan sumber daya manusia, berkolaborasi untuk mendorong inovasi-inovasi pendidikan dan langkah-langkah strategis untuk mengimplementasikan program dan kebijakan yang telah ditetapkan serta melakukan pemerataan pendidikan hingga ke rural area (pedesaan). Berkat tata kelola pendidikan yang apik ini, Xuzhou menjadi kota pendidikan terbaik di Propinsi Jiangsu, begitu banyak prestasi di raih mulai di tingkat Provinsi, Nasional hingga Internasional untuk semua jenjang pendidikan.

 

Antik. Secara harfiah antik berarti kuno, bernilai sebagai hasil karya seni atau benda budaya. Mengapa pendidikan di kota Xuzhou dikatakan antik? Karena sistem pendidikan di Xuzhou sangat kental dan kaya akan budaya yang berasal dari nenek moyang mereka yaitu suku Han. Masyarakat sangat meyakini keseimbangan jiwa ying dan yang yang digambarkan pada sebuah lukisan pasangan seekor ular naga besar dan burung phoenix. Masyarakat Xuzhou percaya bahwa mendidik itu adalah urusan yang sangat penting sehingga diperlukan upaya yang sangat tekun dan sungguh-sungguh untuk memberikan layanan pendidikan yang baik bagi semua lapisan masyarakat. Ada keyakinan yang kuat dan impian yang sangat tinggi yang ingin dicapai oleh para orangtua agar kelak anak laki-lakinya tumbuh kuat dan perkasa seperti ular naga dan anak perempuan tumbuh cerdas, cantik, menawan seperti burung phoenix. Keyakinan inilah yang menguatkan pemerintah Xuzhou untuk bahu membahu bersama elemen masyarakat untuk membangun landasan pendidikan yang sangat kuat berdasarkan cultural identity, national identity dan country identity.

 

Unik artinya lain dari pada yang lain. Pendidikan di kota Xuzhou ini sangat unik karena banyak ditemui hal-hal baru yang sangat spesifik dan kontekstual terkait dengan kehidupan nyata siswa di masyarakat. Kota Xuzhou menerapkan sistem compulsari education (wajib belajar) 9 tahun dan rencana untuk menjalankan  compulsory education sampai minimal jenjang diploma pada tahun 2020. Pemerintah akan mendorong agar anak-anak di Xuzhou, semuanya tanpa terkecuali dapat mengenyam pendidikan terbaik minimal sampai tingkat diploma, semua anak harus merasakan duduk di bangku perkuliahan. Pendidikan di kota Xuzhou secara umum didisain berdasarkan kebutuhan industri sehingga vokasional menjadi salah satu daya tarik dan trend sendiri di kota ini, bahkan yang terbaik di provinsi Jiangsu serta di China. Sekolah mencetak lulusan berkualitas dan secara bersamaan menghasilkan tenaga kerja yang kompeten di bidangnya yang sesuai dengan kebutuhan pasar industri. Hal inilah yang menyebabkan kurikulum di Xuzhou ini mengalami diversifikasi hingga mencapai 500 macam untuk vokasional. Sangat kontekstual, mengikuti arah perkembangan industri dan dunia global.  Meskipun ini adalah tantangan besar bagi Xuzhou dalam mendesain kurikulumnya karena berkejaran dengan perkembangan industri yang sangat cepat dan pesat sehingga pemerintah berjibaku agar dunia pendidikan tidak tertinggal dari kemajuan informasi, pengetahuan, keilmuan serta teknologi yang dikembangkan dunia industri.

 

Asyik. Pemerintah kota Xuzhou sangat sibuk dan gemar sekali melakukan inovasi-inovasi pendidikan. Misalnya penyiapan tenaga kependidikan di universitas, Xuzhou adalah satu-satunya kota yang memiliki jurusan PAUD dan memiliki pelatihan terprogram untuk guru-guru TK. Pemerintah mndorong guru-guru SMA agar menjadi professor dan telah tercacat sebanyak 54 profesor guru di Xuzhou. Demikian pula guru-guru terbaik Jiangsu yang termasuk famous teacher ada di Xuzhou, dan sebanyak 2000 guru excellent ada di Xuzhau dari 10000 guru yang ada di China. Pemerintah teris mendorong guru untuk melakukan peningkatan kompetensinya  kemampuan mengajarnya, kemampuan menghasilkan siswa berprestasi serta kemampuan melakukan penelitian. Hal ini sejalan dengan rewards berbasis income yang diterapkan oleh pemerintah, sehingga guru memiliki kesadaran dan minat yang sangat baik untuk melakukan peningkatan kompetensi dan pengembangan diri.

 

Menarik. Program sekolah-sekolah yang dikembangkan di Xuzhou sangat menarik dan menginspirasi. Setiap sekolah mengembangkan budaya sekolah secara kontinyu dengan mempertimbangkan aspek beauty and harmony. Terdapat tiga hal utama yang diupayakan dalam membangun budaya sekolah di Xuzhou. Pertama membangun identitas diri dalam pemikiran (construction mind identity),  misalnya membangun visi misi, impian dan cita-cita bersama, memanfaatkan kekuatan motivasi dan peran keteladanan, serta nilai-nilai yang terkandung dalam interaksi kegiatan belajar mengajar. Yang kedua adalah membangun identitas sikap dan perbuatan  warga sekolah (construction of behavior identity),misalnya sikap saling menghargai, menghormati, membangun rasa kepemilikan yang tinggi pada sekolah serta membangun rasa cinta terhadap sekolah, yang nampak dalam kehidupan sekolah sebagai rumah kedua bagi warganya, sekolah yang mempunyai jiwa, sekolah yang hidup karena dinapasi oleh seluruh warganya. Yang ketiga adalah membangun identitas sekolah secara visual (construction visual identity) hal ini diwujudkan dalam penyediaan sarana dan prasarana sekolah, seragam, slogan pada papan-papan pajangan di sekolah dan lainnya. Budaya sekolah yang sangat kental dengan tradisi nenek moyang bangsa China ini sangat kental di sekolah yang dikelola oleh pemerintah. Dengan cara seperti inilah pemerintah berusaha mempertahankan budaya China agar tak tergerus oleh kemajuan zaman. Pengemasan budaya tradisional China secara menarik dan menyenangkan bagi siswa, orang tua dan warga sekolah seperti inilah yang pada akhirnya mampu membuat pendidikan di Xuzhou mengalami kemajuan yang sangat pesat dari tahun ke tahun.

 

Seperti yang telah disampaikan sebelumnya mengenai betapa apik, antik, unik, asyik dan menariknya pendidikan di Xuzhou, membuat penulis merasa bahwa 21 hari yang diberikan kepada peserta “Training Programe in China for Excellent Teachers and Principals of MOEC Republic of Indonesia” belumlah memadai untuk menggali lebih dalam mengenai pendidikan di Xuzhou. Rasanya masih ingin untuk menggali lebih dalam mengenai bagaimana kepala sekolah mampu membangun sekolah yang memiliki muatan keunggulan lokal di bidang tertentu seperti carving stone, pencetak atlit dunia tenis meja, pencetak penari profesional, pencetak lulusan engineering siap pakai, dan lain-lain. Namun pengalaman perkuliahan, kegiatan luar kampus, kunjungan budaya, dan kunjungan ke sekolah-sekolah ini sangat bermakna dan bermanfaat sehingga dapat menjadi inspirasi untuk diimplementasikan di tanah air. Indonesia adalah negara yang sangat kaya akan budaya dan keanekaragaman, memiliki ujung tombak pendidikan yang merupakan insan pendidik dan tenaga kependidikan yang memiliki komitmen serta dedikasi luar biasa, serta sistem pendidikan yang baik. Penulis merasa sangat positif dan yakin, pengalaman ini akan menggelorakan semangat untuk berpikir, berbuat, bersikap, dan berkarya lebih baik dari sebelumnya. Indonesia sudah lebih baik. Indonesia BISA !

Tidak ada komentar:

Posting Komentar