Laman

01 Februari 2021

FINALIS KEPALA SEKOLAH INSPIRATIF 2020

 



DESKRIPSI DIRI

FINALIS 20 BESAR KEPALA SEKOLAH INSPIRATIF 

TINGKAT NASIONAL TAHUN 2020

 

1.    Masa lalu

Saya Sri Hendrawati, deskripsi masa lalu itu saya artikan sebagai kisah perjalanan hidup sebelum saya menjadi kepala sekolah tahun 2015. Saya dibesarkan di keluarga sederhana dan penuh keterbatasan sehingga hal itu menempa diri untuk berjuang dalam menjalani kehidupan baik pada masa kanak-kanak, masa remaja, hingga saya menikah dan menjadi guru PNS pada usia 22 tahun. Saya ditempatkan di SDN Gempolsari pada tahun 1999, hampir 18 km jarak rumah ke sekolah yang saya tempuh setiap hari. Setelah 4 tahun masa kerja, saya melanjutkan kuliah ke jenjang S1 Pendidikan Biologi-Universitas Pasundan. Sebuah perjuangan fantastis dimana saat itu saya berkuliah sambil membesarkan 3 anak balita buah cinta pernikahan kami. Pada tahun kedelapan masa kerja saya memutuskan untuk hijrah ke SDN Sukaluyu, mendekati tempat tinggal. Selanjutnya saya berupaya untuk mewujudkan asa melanjutkan kuliah ke Program S2 Magister Pendidikan Dasar UPI Bandung.

Masa-masa kuliah S1 dan S2 adalah masa yang penting bagi saya. Saya manfaatkan untuk membangun jejaring dan menambah wawasan. Berbagai kegiatan saya lakukan dengan kesungguhan hingga saya lulus cumlaude. Saya pun  mulai belajar menulis lebih intens, beberapa artikel dimuat di jurnal, beberapa buku berhasil dicetak dan yang paling berkesan adalah saat menulis buku “Membangun Literasi Sains Peserta Didik” pada tahun 2011. Buku itu merupakan buku kolaborasi pertama saya bersama para pakar dan merupakan hasil kajian selama 3 tahun. Sangat berkesan. Selain menulis buku, saya pun menjadi nara sumber di berbagai kegiatan seminar, loka karya dan kegiatan sejenis mulai tingkat gugus, kota hingga nasional.

Pada tahun 2010 saya mewakili sekolah mengikuti ajang pemilihan guru berprestasi dan berhasil di tingkat Kota dan Provinsi sebagai juara 1. Di tingkat selanjutnya saya meraih peringkat ke-3 Guru Berprestasi Nasional dan mendapat penghargaan 6th winner dari Intel Education Awards pada tahun yang sama. Hal ini memberi dampak yang sangat luar biasa pada saya dalam hal pengembangan diri dan kompetensi. Perjalanan spiritual umrah ke tanah suci pada tahun 2010 adalah kado terindah yang diberikan Dinas Provinsi Jawa Barat atas capaian itu. Beberapa kegiatan berskala internasional pun dapat saya ikuti, yaitu kegiatan Short Course Joyful Learning bersama Seameo Qitep in Mathematics (2011), Studi Komparatif ke Paris (Perancis), Belgia dan Belanda bersama P2TK Kemdikbud (2012), dan Training Management for Teacher ke Adelaide South Australia (2013).

Pengalaman luar biasa yang saya alami berturut-turut semakin memacu samangat saya untuk terus belajar, berkarya dan menebar ilmu serta kebaikan untuk orang-orang di sekitar saya. Saya mulai memaknai kehidupan dengan lebih arif bahwa sebaik-baik manusia adalah manusia yang paling banyak manfaatnya bagi orang banyak. Dengan keyakinan itu saya semakin mantap untuk terus menempa diri. Hal tersebut membuat saya mendpatkan lebih banyak kesempatan untuk bertemu banyak orang dalam berbagai event baik yang diselenggarakan oleh Dinas Pendidikan, Kementrian, dan pihak lainnya. Semakin banyak pengalaman dan bekal ilmu yang saya dapatkan semakin membuka jalan untuk dapat mengamalkannya. Saya pun mulai bergabung dengan tim media Dewan Pendidikan Kota Bandung. Saya bersama tim media DPKB bertekad untuk menyeimbangkan konten negatif dalam media tentang dunia pendidikan khususnya di Kota Bandung. Kami hadirkan konten-konten positif dalam koran Tribune dan Majalah DPKB yang diterbitkan satu bulan satu kali.

Pengalaman berorganisasi bersama DPKB memberi warna bagi saya dalam menjalankan amanah sebagai pengurus KKG tingkat gugus. Sebagai bagian terpenting dari organisasi, saya berupaya untuk memberikan yang terbaik bagi teman-teman guru. Berbagai program di gagas dan dilaksanakan, agar secara kolaboratif kami dapat tumbuh bersama menjadi insan pebelajar sepanjang hayat.

Berbagai kegiatan pelatihanpun mulai saya ikuti baik sebagai peserta maupun sebagai nara sumber. Pada tahun 2014 saya menjadi Instruktur Nasional Kurikulum 2013 dan Tim Pengembang Kurikulum Tingkat Kota Bandung. Ini bukanlah sesuatu yang saya cita-citakan namun amanah yang Allah berikan kepada saya ketika saya membulatkan tekad untuk berkontribusi positif.

Seiring waktu, rasa percaya diri dan kemandirian saya mulai meningkat untuk mengembangkan organisasi lebih luas lagi. Saya menggagas dan memprakarsai terbentuknya Forum KKG Kota Bandung tahun 2015 yang beranggotakan 72 KKG yang tersebar di Kota Bandung. Berbagai program saya usulkan dan mendapatkan persetujuan forum untuk dikembangkan dan dilaksanakan. Pada saat itu adalah masa-masa penuh gairah untuk berkolaborasi dan berkarya bersama guru-guru Kota Bandung. Beberapa kegiatan besar yang kami lakukan adalah melaksanakan Seminar seribu guru saat itu kami meluncurkan Sistem Informasi Manajemen KKG (SIMA KKG). SIMA KKG ini saya desain untuk memudahkan pendataan guru-guru, sebagai alat kontrol dan bank data keanggotaan guru-guru Kota Bandung. Banyak pihak menyambut baik hal ini terutama para pengurus KKG di setiap gugus. Pada saat kegiatan seminar seribu guru, FKKG pun meluncurkan prosiding pertama yang merupakan awalan terbitnya jurnal pertama milik guru-guru SD Kota Bandung.

Pada saat kementrian menggulirkan program Pendidikan Penguatan karakter (PPK), saya mendapat amanah untuk mengembangkan desain pengembangan pendidikan karakter di kota Bandung bersama beberapa orang kepala sekolah yang merupakan Tim Pengembang Kurikulum Kota Bandung. Saya melakukan studi literatur di internet dan berhasil mengumpulkan bahan untuk referensi pengembangan karakter berbasis kearifan lokal. Bersama Pak Deni Kurniadi (kepala SDN Banjarsari saat itu) kami menggagas untuk kembali membumikan Penca di tatar sunda, di Kota Bandung. Bersama FKKG kami menggagas dan melaksanakan kegiatan pelatihan PENCA bagi guru-guru kota Bandung secara gratis. Setiap minggu tidak kurang dari 250 orang peserta hadir ikut latihan dan mereka yang hadir kemudian mengajarkan kembali di gugus masing-masing. FKKG berhasil membuat CD tutorial PENCA dan hasil penjualannya digunakan untuk membiayai kegiatan pelatihan tersebut. Bersama pak Deni sebagai instruktur PENCA, saya mampu menggerakkan FKKG dan para guru untuk pagelaran secara terbuka. Sebanyak 1000 guru kami melakukan senam Penca pada saat peringatan Hari Kesaktian Pancasila tingkat Kota, Hari Guru tingkat Provinsi, dan terlibat dalam kegiatan Pagelara Penca Internasional dengan sebelumnya melaksanakan kegiatan long march dengan berjalan kaki sebanyak 1000 orang lebih. Tak hanya itu, kami pun berhasil menggerakkan sekolah untuk membumikan Penca hingga anak-anak Kota Bandung sebanyak seribu orang lebih melakukan pagelaran Penca bersama. Sungguh, hal ini manakjubkan dan membuat saya menitikkan air mata ketika menyaksikannya pada masa itu  dan  pada masa kini ketika mengenangnya. Sebuah perjalanan yang indah dalam kehidupan saya dan membuat saya semakin mensyukuri anugerah dan kesempatan yang telah Allah SWT berikan kepada saya selama ini.

 

2.    Masa Kini

Deskripsi masa kini saya maknai sebagai masa jabatan saya sebagai kepala sekolah hingga saat ini. Menjabat sebagai kepala sekolah adalah amanah yang harus saya emban dengan baik. Tantangan besar mulai saya hadapi saat pertama kali bertugas menjabat di SDN Ciateul lalu ditugaskan sebagai Plt di SDN Kotabaru selama satu tahun. Sebuah adaptasi yang menuntut ekstra kesabaran dan kemampuan manajemen waktu yang baik agar mampu melaksanakan tugas dengan baik. Saya mulai mengembangkan strategi manajemen AMBU CANTIK di SDN Ciateul. Sebuah starategi manajemen yang berakar pada nilai-nilai kearifan local masyarakat Sunda yang saya sarikan dari pengalaman empiric selama menjadi kepala sekolah. Implementasi strategi AMBU CANTIK adalah pengembangan program literasi, sekolah aman, sekolah inlusif dan adiwiyata yang saya lakukan di SDN Ciateul. Dampaknya sungguh dapat dirasakan oleh sekolah, guru dan tenaga kependidikan terkembangkan, prestasi peserta didik pun meningkat dalam bidang akademik dan non akademik. Sekolah berhasil mendapat penghargaan dalam pengembangan sekolah inklusif tingkat Kota Bandung dan sekolah adiwiyata hingga ke tingkat nasional. Pada tahun 2016 saya mendapatkan penghargaan sebagai kepala sekolah penggerak lingkungan dari Gubernur Provinsi Jawa Barat. Sebagai penggerak lingkungan, saya memprakarsai kegiatan dengan tema “Beberesih Barudak Bandung Menyambut PON” yang dilaknakan di lima venue utama tempat penyelenggaraan PON yang diikuti oleh SD dan SMP yang berada di sekitar venue terdekat. Kegiatan ini didukung sepenuhnya oleh Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung beserta jajarannya dan para pegiat lingkungan sperti Clean Action, Gerakan Turun Tangan dan lainnya. Kolaborasi yang sangat bermakna

Aktifitas lain yang mendukung pengembangan program di sekolah adalah keterlibatan saya sebagai anggota Tim Penyusun Panduan Penyelenggaraan Inklusif yang merupakan program kolaborasi save the children, Kemdikbud dan Dinas Provinsi Jawa Barat. Selanjutnya di tingkat Kota Bandung saya menjadi koordinator tim penyusun Panduan KTSP, Panduan Penyelenggara Sekolah Inklusif, Model Pendidikan Karakter Bandung Masagi, Program Gerakan Literasi Sekolah dan Sekolah Digital serta program lainnya.

Kegiatan kolaboratif yang saya lakukan dalam penyusunan panduan tersebut tentu saja berdampak bagi pengembangan budaya belajar di sekolah. Sehingga upaya mewujudkan SDN Ciateul sebagai sekolah pembelajar mulai semakin terarah dan terprogram. Implementasi strategi manajemen AMBU CANTIK yang dilakukan selama kurun waktu tiga tahun mulai nampak hasilnya dan saya dokumentasikan menjadi sebuah karya naskah kajian “Strategi AMBU dalam Membangun Warung Literasi SDN 166 Ciateul” dan mengantarkan saya memperoleh penghargaan sebagai Penulis Terbaik Kategori Kepala Sekolah SD dalam Simposium bagi Kepala Sekolah yang diselenggarakan Kemendikbud tahun 2017.

Dalam rangka meningkatkan profesionalisme, saya bergabung dan menjadi pengurus dalam organisasi profesi yaitu K3S Kecamatan (2015), Forum K3S Kota Bandung (2017) dan Dewan Pengurus Pusat (DPP) Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia (AKSI).

Dalam rangka memotivasi guru di sekolah dan dalam komunitas, saya mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh Seameo Qitep in Mathematics tahun 2016 yang mengantarkan saya memperoleh penghargaan The first Model Teacher dan one of three best Mathematics Teacher. Karya yang saya buat adalah Model Pembelajaran Problem Solving SRI (Story telling, Role Playing, using an Instructional Aids) dan dipublikasikan secara internasional dalam kegiatan dan jurnal ISMEI pada tahun yang sama. Hal ini memberikan pengalaman yang baru dan istimewa ketika Direktur Seameo Qitep in Math merekomendasikan saya untuk belajar tentang Technology enhance Learning di Seameo RECSAM Penang Malaysia tahun 2017. Alasan utama pak direktur saat itu karena beliau melihat energi dan semangat yang kuat dari diri saya sebagai kepala sekolah untuk mengupayakan yang terbaik bagi sekolah. Sebuah hadiah, motivasi dan moodbooster yang ekstra luar biasa hebatnya untuk saya dan saya sangat mensyukurinya.

Pada tahun 2018 saya mewakili K3S Kecamatan Regol untuk mengikuti ajang lomba Pemilihan Kepala Sekolah Berprestasi dan meraih juara 1 di Tingkat Kota Bandung, Tingkat Provinsi Jawa Barat dan Tingkat Nasional. Bagi saya hal ini bukan hanya sekedar ajang lomba, namun sebuah kesempatan untuk silaturahim agar kami dapat saling belajar dari para kepala sekolah hebat yang memiliki karya luar biasa, professional dan penuh dedikasi. Begitu banyak inspirasi yang saya temukan dan pelajari dari rekan-rekan kepala sekolah dari 34 provinsi yang hadir. Hingga kini wa grup para KS baik di level provinsi maupun nasional tetap kami pertahankan sebagai media komunikasi dan informasi yang sangat bermanfaat. Pada tahun 2018 ini saya mendapatkan kesempatan kembali untuk belajar di Universitas Jiangshu China selama 1 bulan dalam kegiatan Training for Excellent Teachers and Principals Programme yang merupakan bagian dari Program 1000 Guru ke luar negeri. Sebuah pengalaman baru yang sangat menyenangkan dan memberi banyak bekal dalam peningkatan kompetensi sebagai KS.

Saya mengembangkan berbagai program pembiasaan bagi peserta didik untuk meningkatkan kemampuan literasi dan memperkenalkan STEM di sekolah melalui kegiatan pembuatan mainan sederhana bagi peserta didik. Hal ini juga bertujuan untuk memberikan alternative aktifitas bagi peserta didik dan mengalihkan dari ketergantungan terhadap penggunaan gadget atau gawai. Apa yang saya lakukan di sekolah kemudian saya deseminasikan kepada rekan-rekan kepala sekolah di tingkat gugus, kota bahkan lintas kota dan kabupaten untuk memberikan isnpriasi pembelajaran yang mengandung unsur kebaruan. Selanjutnya saya mengembangkan Model Pembelajaran AKI BAGI (Aktif, Kolaboratif, Integratif dengan penguatan karakter Bandung Masagi). Model AKI BAGI berbasis projek ini kemudian digunakan oleh Pemerintah Kota Bandung dengan cara memberi anak ayam dan tanaman cabai ke peserta didik SD dan SMP untuk dipelihara dalam kurun waktu tertentu dan dilaporkan hasilnya. Hasil implementasi AKI BAGI menunjukkan bahwa karakter peserta didik turut terkembangkan selama penyelesaian projek tersebut.

Awal tahun 2020, saat pandemi merebak. Saya menyusun Model Pembelajaran KOS (kerjasama orangtua siswa) dan menggabungkannya dengan konsep AKI BAGI. Saya memberikan pelatihan khusus kepada guru-guru di sekolah sehingga mampu melayani Pembelajaran Jarak jauh (PJJ) peserta didik dengan maksimal. Kemudian saya menggagas pertemuan dengan 16 kepala sekolah yang saya beri nama Tim FIGHT COVID untuk mencari solusi pelaksanaan PJJ bagi peserta didik. Bersama Tim ini saya berhasil merekrut guru-guru penulis untuk menyusun Modul AKI BAGI untuk kelas 1-6, mata pelajaran PJOK dan PAI. Sungguh perjalanan menyusun Modul AKIBAGI ini penuh warna dan cerita, saya banyak belajar arti keikhlasan, dedikasi dan profesionalisme. Keberhasilan kegiatan kolaboratif penyusunan modul AKI BAGI ini kemudian saya deseminasikan dalam beberapa kegiatan webinar yang diselenggarakan oleh komunitas guru di tingkat kecamatan, PGRI, AKSI dan Kemendikbud. Selain itu, saya menjadi koordinator dalam pembuatan video pembelajaran yang disusun oleh guru-guru kota bandung untuk mendukung PJJ. Satu video pembelajaran berdurasi antara 12-15 menit. Ratusan video pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan PJJ selama satu semester telah dibuat dan tayang sehingga dapat menjadi alternatif menghidari kejenuhan belajar peserta didik di rumah. Saya bangga telah menjadi bagian dari generasi solutif dalam menghadapi pandemi ini bersama-sama.

 

3.    Masa Depan

Masa depan adalah apa yang ditanam pada hari ini, itu adalah pembelajaran hidup yang saya peroleh dan rasakan sendiri. Pondasi yang saya bangun melalui jejaring dengan berbagai komunitas membentuk diri saya untuk lebih peka dan peduli terhadap kondisi yang kini tengah di hadapi bangsa kita. Masa pandemi yang belum berakhir, tantangan merdeka belajar yang harus dijawab, peningkatan kualitas dan mutu pembelajaran siswa kita di sekolah agar seiring dengan tumbuh kembangnya menjadi profil pelajar Pancasila dan mampu bersaing pada tataran global adalah hal yang menjadi perhatian saya.

Sebagai kepala sekolah, saya akan terus berupaya meningkatkan kompetensi dan pengembangan diri. Menuntaskan Diklat Supervisi Berbasis TIK bersama LPPKSPS menggunakan Microsoft Office 365 adalah target terdekat dan tugas yang harus saya selesaikan dengan maksimal. Selain itu saya akan terlibat dalam penyusunan instrumen bagi kepala sekolah dalam rangka menyusun profil Kepala Sekolah Indonesia bersama Kemendikbud. Dua hal ini menjadi target akhir tahun 2020 dan semoga saya mampu melakukannya dengan baik.

Selain itu, tantangan mempersiapkan sekolah untuk menerima kembali peserta didik belajar di sekolah adalah hal yang paling saya pikirkan. Kehadiran peserta didik begitu kami rindukan dan kami nantikan. Sekolah harus memiliki program hebat yang dapat mengikat ikatan bathin sekolah, kepala sekolah, guru dengan peserta didik setelah lama dipisahkan oleh keadaan pandemi. Kegiatan pembelajaran, kegiatan pengembangan diri dan program lainnya harus saya rancang bersama para guru untuk dapat memfasilitasi peserta didik dengan nyaman, aman, dan bermutu. Kelak, saat peserta didik kembali belajar di sekolah, maka sekolah harus mampu bersaing untuk merebut hati, perhatian dan pikiran peserta didik agar dapat aktif berkegiatan di sekolah. Siapakah saingannya? Tentu saja gawai, gadget dan juga internet  dengan konten-konten menarik yang tersedia dan mereka telah terbiasa dengan itu selama lebih dari setengah tahun. Sebuah hal yang saya pikirkan mendalam.

Pada masa yang akan datang, saya harus dapat mewarnai organisasi K3S dan AKSI. Melalui Asosiasi Kepala Sekolah Indonesia, saya bersama rekan seperjuangan akan terus melakukan upaya memberikan kontribusi melalui beragam kegiatan, pada bulan Desember mendatang AKSI bersama P3GTK berkolaborasi menyelenggarakan Bimtek Penyelenggaraan PJJ bagi Kepala Sekolah se-nasional dengan harapan para kepala sekolah dapat saling berbagi praktik baik pengelolaan PJJ dan siap menghadapi tantangan jaman dan kehidupan. Pada kegiatan tersebut, saya mendapat amanah menjadi salah satu nara sumbernya. Semoga mampu mengembannya dengan maksimal.

Selanjutnya saya sebagai Sekertaris 2 AKSI berharap dapat menjalankan tugas dengan cekatan untuk merapikan data anggota, menyusun program lainnya yang bermanfaat bagi peningkatan kompetensi kepala sekolah. Bersama K3S, saya sebagai koordinator bidang Peningkatan Kompetensi Kepala Sekolah telah berkoordinasi dengan ketua dan pengurus untuk menyusun program dan  berencana untuk mendeseminasikan hasil diklat supervisi TIK kepada para kepala sekolah se-Kota Bandung pada tahun 2021. Semoga hal ini dapat terealisasi dengan baik.

Bersama Tim Fight Covid, saya akan meneruskan upaya penyusunan Modul AKI BAGI dengan penyesuaian dan perbaikan sehingga konten-konten yang dikembangkan dapat lebih mengembangkan keterampilan problem solving, hots, literasi, numerasi dan  komputasi. Lebih lanjut, bersama Tim FKKG Kota Bandung, saya akan membersamai guru-guru meneruskan program pembuatan video pembelajaran semester 2 untuk kelas 1-6, mata pelajaran PJOK dan PAI sebagai sumber belajar peserta didik belajar dalam jaringan. Rencana pembagian tugas dan pemetaan kebutuhan terhadap sumber belajar pada semester 2 telah rampung dikerjakan oleh tim dan telah saya validasi, tantangan ke depan adalah dapat merealisasikan rencana ini. Kerjasama dengan mitra pemerintah Kota Bandung yaitu TV 132 yang berperan dalam menayangkan karya-karya guru hebat ini akan terus diupayakan lebih baik dari sebelumnya. Masukan dan evaluasi yang diberikan kepada tim untuk memperbaiki kualitas video pembelajaran yang dihasilkan akan menjadi perhatian penting disertai dengan upaya keras untuk menghasilkan konten-konten menarik lainnya. Upaya awal yang saya lakukan adalah mengundang guru-guru kreatif youtuber agar dapat menginspirasi guru lainnya dalam mengembangakan video pembelajaran ini. Saya berharap pada masa yang akan datang, akan lebih banyak guru terinspirasi dengan kiprah para guru hebat yang terfasilitasi dalam komunitas yang hebat dan saling menghebatkan ini. Saya percaya dan yakin akan melangkah meneruskan upaya ini.

Hasrat untuk meneruskan kuliah ke jenjang S3 hingga saat ini masih menggebu di dalam diri, namun segala hal perlu dipertimbangkan dengan baik dan matang. Saat ini saya harus berbesar hati untuk menunda keinginan tersebut karena ada keinginan lain yang menjadi prioritas yaitu pendidikan putra-putri saya. Tahun 2021, anak pertama memasuki semester ke-7, anak kedua memasuki bangku perkuliahan dan anak ketiga memasuki bangku SMA. Tentu membutuhkan perhatian dan kecukupan biaya untuk menempuh pendidikan tersebut. Saya berdoa dan berharap kelak Allah SWT akan memberikan kemudahan bagi saya untuk menggapai cita-cita tersebut.

Begitu banyak harapan dan cita-cita saya gantungkan di langit dan saya bekerja dengan penuh kesungguhan menyempurnakan hasilnya pada Allah. Yakin benar bahwa apa yang saya kerjakan sekarang akan bermanfaat jika dikerjakan penuh ketekunan disertai dengan ilmu, iman dan amal. Pelajaran terbaik dalam hidup yang saya dapatkan selama ini adalah mengenai implementasi prinsip dan keyakinan bahwa sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi orang banyak. Semoga Allah mudahkan perjalanan saya, memberi berkah dan petunjuk yang dapat membuat saya menjadi insan yang lebih baik setiap harinya, sehingga saya mampu memerankan peranan sebagai hamba Allah yang taat, istri yang salehah bagi suami saya, ibu yang penuh kasih sayang untuk keempat buah hati saya, anak yang solehah dan berbakti bagi kedua orangtua saya dan juga untuk orang-orang di sekeliling saya. Bismillah, saya menutup deskripsi ini dengan nama Allah semoga masa depan akan jauh lebih indah dan lebih bermakna dari hari ini. Tetap semangat berkarya untuk masa depan generasi bangsa yang lebih baik!


 

 

Bandung, 10 November 2020

Penulis,

Sri Hendrawati, M.Pd

Kepala SDN 166 Ciateul Kota Bandung

 

 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar